Pengembangan komuditi peertanian unggulan terutama jenis cabai rawit tiung yang semakin menggairahkan terus di pompa untuk di kembangkan skala besar.
Potensi tersebut di lihat dari survei Badan perencanaan pengembangan, riset dan inovasi daerah (BAPPERIDA) Tabalong bersama akademisi dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) pada Rabu 2 september 2026.
Bapperida dan ULM saat meninjau langsung perkebunan dan pembibitan cabai Tiung tanjung di Desa Uwie menyampaikan bahwa kolaborasi perkebunan dan pertanian sudah bisa di katakan menyatu di petani, di berbagai musim pun bisa di kerjakan, di harapkan kedepan Desa Uwie dan Tabalong umumnya bisa menjadi sentra penghasil cabai rawit tiung.
Cabai Tiung Tanjung merupakan varietas cabai rawit lokal unggulan Kabupaten Tabalong, telah terdaftar resmi di Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui SK Nomor 140/Kpts/PV.240/D/IV/2023. Produktivitasnya tergolong tinggi, mencapai 13,25 hingga 16,41 ton per hektare pada kondisi optimal, dengan cita rasa pedas khas dan daya adaptasi baik di berbagai ketinggian lahan. Sejak 2023, Kecamatan Muara Uya ditetapkan sebagai pusat pembenihan dan pengembangan komoditas ini.
"kita berharap pengembangan komuditi cabai tiung tanjung ini dapat terus di lakukan berkelanjutan" ujar Mulyadi Kepala Desa Uwie saat mendampingi kunjungan Bapperida Tabalong dan ULM
-(at)